“Setan Jalanan”

macet
mampang prapatan

Berangkat ke kantor pagi-pagi paling menyebalkan…

Jam 6.30 sudah kupanasi mesin sepeda motor bebek bututku…

Karena sudah butut, motor ini gak bisa langsam, terpaksa harus aku putar agak kencang tarikan gasnya…

BBRRRRRROOOOOONGGGGG….. BBBRRROOOOONGGGG… begitu biasanya suara kenalpot motorku, yang sudah ku lepas saringannya, sehingga suaranya bisa menggelegar mengalahkan suara motor gede yang suka nyelonong masuk ke jalan tol. Peduli amat dengan tetangga yang masih mengenakan sarung, sedikit membuka pintu rumahnya untuk menengok kelakuanku, tanpa sepatah katapun.

BBRRROOOOOONGGGG…. BRRROOOOOONGGGG RONG…RONG…RONG…. sekali lagi kutarik gas untuk meyakinkan motorku akan sanggup mengantarkan ke kantor pagi ini.

Kutinggalkan motorku sebentar ke dalam rumah, mengambil perlengkapan, and say good bye to my  lovely wife and child, cipika-cipiki. Siap dengan jaket kulit lusuh, sarung tangan hitam, masker hitam, helm hitam, ransel hitam, siap untuk bertarung di Gran Prix Depok-Jakarta.

BRRROOOONGGG…. BROOOONGGGG…. suara itu bagaikan lambaian tangan kepada semua yang kutinggalkan “DADY PERGI KANTOR YA….”

Memasuki jalanan, terlihat antrian panjang mobil, motor, kopaja, metro mini, bagaikan menantangku untuk bertarung “HAYO KITA BALAPAN!!!”

Gak perlu pake lampu sign, gak perlu liat kiri kanan, aku langsung memasuki jalanan…. DDDIIIIIIINNNNN….. DDDIIIIIIIINNNNNN…. begitu sambutan hangat rival-rivalku yang merasa jalannya dipotong oleh kehadiran sepeda motorku… “PEDULI AMAT!”

BBRRRROOOONGGGG…. aku langsung tancap gas, bagaikan mata elang, mencari setiap peluang untuk menyisipkan sepeda motorku melewati padatnya antrian kendaraan. Setiap motor yang berjalan lambat atau menjaga jarak dengan kendaraan di depannya, langsung aku peringatkan dengan tarikan gas… BBBRRRROOOOOOONNNGGGGGG…. kalo gak mau minggir juga, aku pepet saja sedikit demi sedikit, senggolan spion… biasalah…

Di depanku ada mobil yang terlalu mepet ke kiri, sehingga tidak ada peluang motorku untuk lewat. BRROONGGGGG… senjataku untuk menyingkirkan lawan… BBBRROOOONGGG… ternyata gak mau memberikan jalan juga, ku lihat ada peluang sebelah kanannya, langsung aku masuk. Tepat di sebelah kanan pintu depan mobil itu, BBBRRROOOOOONGGGG…. sambil aku gebrak pintu mobil, dan aku acungkan tanganku ke arah Si Supir. Aku langsung berlalu… Aku berani melakukan itu, karena aku tahu, Si Supir gak mungkin mengejarku dengan mobilnya, karena memang kondisi jalan yang sedang macet parah… Mau turun dulu kemudian mengejarku, gak mungkin lah ya… entar malah dia yang jadi bulan-bulanan pengendara lain. Aku kan cuma berani “HIT AND RUN”, kalo harus berkelahi… gak berani, takut kena tonjok petinju, tar malah aku yang modar…(see this!)

Dari jauh aku lihat traffic light baru beralih dari hijau ke merah… “MASIH ADA PELUANG….”  BRRROOOOONGGGG…. aku langsung tancap gas, melewati Pak Polantas yang melambaikan tangannya waktu aku melewati lampu merah… Tapi peduli amat, yang penting motorku bisa lewat, dan Pak Polantas gak bisa ngejar juga karena lagi sibuk ngatur jalanan.

Tampak di depan jalanan agak lengang, BBBRRRRROOOOONGGGG…..Dengan helm yang sesak saja aku masih bisa mendengar deru knalpot motorku…. “EGP AMAT DENGAN PENDENGARAN ORANG”… Bagaikan Valentino Rossi mau menyalip lawan-lawanya… aku tancap gas, melewati kendaraan lain… sesekali nyalip di depannya…. DDDIIIIINNNNNNN… begitu biasanya respon dari kendaraan yang gak rela aku salip…

Jalanan Jakarta mengajariku bagaimana aku harus berlaku di jalanan, dari pada aku yang dilibas… mending aku libas duluan…

Sampai nanti SI AHLINYA JAKARTA, memenuhi JANJINYA membuat Jakarta bebas macet, itupun kalo inget dan gak mau dikatain JANJI PALSU ato OMONG KOSONG!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s