“My Wife”

pejabatIstriku,

aku menikahimu, karena aku tahu engkau anak seorang sekjen/dirjen/irjen/brigjen/komjen/mayjen/letjen.

Aku menggantungkan nasibku pada mu. Aku tidak perlu khawatir akan jabatanku, karena aku tahu, bapakmu tidak akan rela anaknya hidup sengsara.

Tanpamu, apalah jadinya karirku ini dan entah dimana saat ini kuberada. Menggantungkan nasib pada pejabat lain hanya akan menguras kantongku. Karena setiap ada demand, harus dibarengi dengan supply. Meminta pertolongan pada temen-temen bisnis gelapnya Si Pejabat, dimana harga diriku?

Istriku, aku tidak peduli seburuk apa rupamu, sejelek apa akhlakmu, yang penting hidupku sejahtera dan kaya raya di sampingmu.

Istriku, maafkan aku jika harus diam-diam mencari cewek yang sesuai dengan seleraku yang setiap saat selalu berubah. Karena sebenarnya engkau bukanlah type wanita yang kumau. Tapi engkau akan tetap menjadi istriku, walau akupun mendapat belaian dari cewek-cewek yang aku beli dipinggir jalan dan di tempat persewaan cewek.

Istriku, jagalah anak perempuan kita, jangan biarkan laki-laki sepertiku menjadi pendamping hidupnya. Aku tidak akan pernah rela, hidup anak perempuan kita menderita seperti dirimu.

Istriku, pliiisssss… tetaplah setia padaku sampai akhir hayatmu… karena nasibku ada ditanganmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s