“My Bloody Valentine” 3D

Pernah nonton 4D di Teater 4 Dimensi Gelanggang Samudra Ancol?

Nonton film horror 3D yang konon katanya pertama kalinya di bioskop kurang lebih sama dengan nonton film di Teater 4 Dimensi. Cuma kursinya gak sampe digonjang-ganjing, karena ternyata kursinya tertancap paten di lantai teater… digoyang-goyang juga malah dilirikin sama penonton sebelah… *baru gila ya mas?* makanya cuma 3D, karena masih kurang 1 Dimensi (dimensi goyang).

Setting ceritanya di tambang batubara, di terowongan bawah tanah, dan kota Harmony yang para penduduknya sekaligus juga sebagai penambang. Entah kota ini ada di negara bagian mana di US sana.

Kalo ada yang pernah nonton serial Supranatural di tivi, salah satu pemeran utama di film ini adalah pemeran Dean si duo brothers pemburu hantu.

Efek yang ditunjukkan pada adegan-adegan di film ini sangat realistis. Dimulai ketika Harry Warden terbangun dari komanya disebuah rumah sakit, beberapa saat kemudian ada tubuh yang terpotong dua bagian di bagian perut, dada yang terbuka dengan tulang rusuk yang menyeruak keluar. Organ tubuh “jeroan” bergeletakan di lantai.

Mungkin kalo anda pernah melihat para jagal memotong hewan qurban dan memotong-motongnya pada hari raya kurban, kira-kira seperti itulah pertunjukkannya. Tapi karena hewan korban terlebih dahulu disembelih, darahnya sudah habis, sehingga anda tidak akan melihat ada tetesan darah ketika jagal memotong-motong bagian tubuh hewan qurban tersebut.

Lain halnya dengan tubuh yang terpotong-potong difilm ini. Dari setiap potongan tubuh, masih mengalirkan darah, ini menunjukkan, bagian tubuh itu masih “hidup” ketika dieksekusi. Kalo film ini 5 Dimensi, mungkin penonton akan mencium aroma amis darah sepanjang pertunjukkan (dimensi bau).

bloodyvalentine3dfinal
sang jagal

Si jagal menggunakan “belincong” sebagai alat untuk mengeksekusi korbannya. Ketika belincong dihunjamkan kepada korbannya, seakan-akan kitalah yang menjadi sasaran.

Sampai dengan Harry Warden ditembak oleh dua orang Sheriff (Sheriff Burke dan Deputinya) di dalam tambang, tidak sekalipun ditunjukkan dengan jelas apa motif dari pembunuhan yang dilakukan si Harry itu.

Pembunuhan berlanjut 10 tahun setelah ditembaknya Harry oleh Sheriff. Bermula disebuah motel, *sssttt… ada adengan having sex-nya*. Dua pelaku “keributan” di kamar hotel itu akhirnya menjadi korban hantaman belincong si jagal.

Adegan yang cukup mengerikan ketika terjadi adegan chase and hide di rumah Sheriff Axell, sheriff muda pengganti Sheriff Burke. Mantan Deputi Sheriff yang 10 tahun lalu bersama dengan Sheriff Burke menembak Harry, menjadi bulan-bulanan si jagal. Belincong menghunjam dagu hingga tembus ke mulut. Dengan sekali tarikan, lepaslah rahang bagian bawah mantan Deputi Sheriff itu, dan potongan rahang itu terlempar kearah penonton. *siap-siaplah menangkapnya*

Sayangnya, mungkin karena Director, Mas Patrick Lussier *sok kenal banget gw ini*, terlalu fokus ke grafis, sehingga alur ceritanya tidak menjadi perhatian. Hal itu terlihat pada akhir cerita ketika identitas si jagal terkuak.

Ketika identitasnya diketahui oleh Sheriff Axell dan istrinya Sarah. Si jagal seolah-olah menunjukkan flashback beberapa pembunuhan yang dilakukannya. Ada perbedaan mencolok antara apa yang penonton saksikan sepanjang diputarnya film ini dengan flashback yang ditunjukkan pada akhir cerita. Itu menunjukkan ketidakkonsistenan alur cerita yang terjadi. Kesannya seperti dipaksakan bahwa flashback-lah cerita sesungguhnya, agar meyakinkan penonton bahwa si “aku” lah yang jadi pembunuhnya.

Mudah-mudahan akan ada perbaikan di sekuel film ini *kalo ada*. Karena ternyata, si jagal pada akhirnya tidak mati *biasalah film horor*.

Dan siapa sebenarnya si jagal ini? Silakan nonton sendiri. Tapi kalo nonton dari dvd *apalagi bajakan* tidak akan terlihat efek 3 dimensinya. Tapi bukan promosi lho, karena gw aja nonton di layar tancep koq.

Buat yang “sawan” jangan nonton deh… daripada *ko-it*

One thought on ““My Bloody Valentine” 3D

  1. emang ajib filmnya.bikin kaget.pertama nonton emang kurang jelas diakhir,tapi kedua kalinya nonton jadi ngerti.semoga ada lanjutannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s