Do’a Penguasa, Pesuruh, dan Rakyat Jelata

Ya Tuhan, Engkau tunjuk hamba menjadi Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota, menjadi penguasa sebuah negara. Berilah hamba kekuatan untuk membuat rakyat negara ini sejahtera. Berilah hamba kemampuan untuk mengangkat derajat rakyat seperti nenek minah dan rakyat jelata lain, agar tidak mencuri demi memenuhi kebutuhan hidup mereka yang asasi. Ya Tuhan, ampunilah hamba, karena masih memimpin dalam keterbatasan. Do’a berjuta rakyat miskin yang saya pimpin semoga tidak menjadikan hamba sebagai manusia yang terpuruk di hari akhir nanti Ya Tuhan.

Ya Tuhan, Engkau tunjuk hamba sebagai Jenderal, Kolonel, Komisaris Besar, Menteri, Dirjen. Engkau telah angkat derajat kami dalam kurun waktu 20 sampai 30 tahun ini. Engkau telah lebihkan kami dari anak buah kami yang berpangkat prada, pratu, bharada, bharatu, pns golongan II, phl, honorer. Tapi bukan berarti kami lebih mulia dalam pandangan-Mu Ya Tuhan. Ampunilah hambamu ini, yang menjadikan prada, pratu, bharada, bharatu, pns golongan II, phl, honorer sebagai budak kami, yang menjadikan mereka pesuruh kami, yang membawakan kacamata kami, walaupun sebenarnya kami sanggup membawa sendiri. Yang mengambilkan sesuatu kebutuhan kami, walaupun sebenarnya kami mampu mengambilnya sendiri. Ya Tuhan, walaupun di mata kami derajat mereka hanya bawahan, tinggikanlah derajat mereka dihadapan anak, istri, ayah, dan ibu mereka. Jangan biarkan keluarga mereka melihat tatkala kami sedang menjadikan mereka pesuruh kami. Karena sesungguhnya, mereke adalah kebanggaan keluarganya. Ampunilah kami Ya Tuhan.

Ya Tuhan, Engkau jadikan hamba sebagai prada, pratu, bharada, bharatu, pns golongan II, phl, honorer. Hamba syukuri itu sebagai rahmat Engkau yang sangat besar. Kami mendapatkan penghasilan dari negara, dari iuran seluruh rakyat yang penghasilannya dipotong pajak. Ya Tuhan, masih banyak teman-teman kami, tetangga-tetangga kami, saudara-saudara kami yang mengais rezeki hanya untuk menyambung hidupnya dihari itu. Sementara kami, setelah pensiun pun, negara masih membiayai kami. Janganlah Engkau jadikan kami termasuk golongan yang kufur nikmat Ya Tuhan.

Ya Tuhanku, hamba ini hanyalah rakyat jelata. Hamba sadar, ayah dan ibu hamba tidak mampu membiayai sekolah hamba. Masih bisa makan sesuap nasi dan garam pun, sudah merupakan rezeki yang melimpah bagi kami. Kami sadar, diantara kami ada yang harus mencuri, mengemis, mengais tempat sampah untuk mendapatkan materi demi menyambung hidup. Kami harus mengantri, berdesakan setiap ada pembagian blt, pembagian zakat, pembagian hewan kurban, bahkan kami harus siap berhadapan dengan maut disaat mengantri. Kami maklum Ya Tuhan, negara kami, pemimpin kami tidak sanggup membuat kami semua sejahtera. Karena merekapun harus membuat diri mereka sejahtera terlebih dahulu untuk bisa menyejahterakan kami. Kami sadar diri, dan kami ikhlas melihat pemimpin kami sejahtera Ya Tuhan. Karena itu kami akan bersabar menunggu rahman dan rahimmu setiap saat. Karena hanya kepada Engkau-lah hamba bergantung. Hamba tahu, hisab kepada kami para rakyat jelata sangatlah ringan. Karena kami cukup membawa badan dan ibadah kami kehadapan-Mu Ya Tuhan. Engkau tidak perlu menghisab kepemimpinan kami, Engkau tidak perlu menghisab harta kami, karena Engkau tidak memberi kami amanah untuk itu. Ya Tuhan, kami ikhlas dengan pemimpin kami, dan saudara-saudara kami para konglomerat, ringankanlah hisab mereka dihari akhir nanti Ya Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s