Kalapas Kerobokan: Napi Beri Uang ke Petugas Tak Masalah

Catatan : Masih banyak lagi pejabat yang mentalnya seperti ini. Pegawai negeri yang sudah dibayar dari pajak rakyat, masih juga mengharapkan di beri TIPS!!! Bukankah yang diberi tips itu adalah pegawai kecil yang penghasilannya tidak menentu. Contoh : Office Boy, Tukang Parkir, Potter. Apakah SIPIR itu sama dengan pegawai kecil itu.

Ini bentuk mental korupsi kecil-kecilan, yang masih dipelihara dan “pasti” ada sebagian Pegawai Negeri tidak mau budaya ini dihapuskan. Termasuk juga keterampilan BERSILAT LIDAH pejabat yang sungguh luar biasa. Padahal gak ada sekolah atau perguruan tinggi yang mengajar mata kuliah Bersilat Lidah.

RASANYA PEMBERANTASAN KORUPSI BUKAN LAGI PERLU DIREFORMASI TAPI HARUS DIREVOLUSI.

——————————————————————————————————–

Rabu, 13/01/2010 13:56 WIB

Gede Suardana – detikNews

Denpasar – Lapas Kerobokan, Denpasar membantah dugaan praktek pungli (pungli). Namun, lapas terbesar di Bali tak mempersoalkan jika para napi, tahanan dan keluarganya memberikan uang kepada petugas.

“Kalau mereka (narapidana dan keluarga) memberi uang kepada petugas tidak masalah,” kata Kalapas Kerobokan Siswanto saat berbincang-bincang dengan detikcom via telepon, Rabu (13/1/2010).

Meskipun mengijinkan petugas menerima uang dari para penghuni lapas dan keluarganya, namun Siswanto membantah hal tersebut sebagai pungli. “Kalau diberikan tidak apa-apa asalkan tidak memungut dengan paksa,” tegasnya.

Seiring terkuaknya kasus sel mewah bagi napi kelas kakap, desas desus dugaan praktek pungli di LP Kerobokan mulai terungkap.

Keluarga yang membesuk ke Lapas Kerobokan harus merogoh uang kepada petugas di pintu masuk dan ruang besuk. “Saat masuk beri uang Rp 5 ribu, di ruang besuk juga bayar Rp 5 ribu,” kata keluarga napi yang enggan disebutkan namannya di sela-sela aktivitasnya menjenguk kerabatnya yang mendekam di Lapas Kerobokan.

Setiap harinya, puluhan orang membesuk keluarganya yang mendekam di Lapas Kerobokan. Tercatat, jumlah napi dan tahanan di lapas ini mencapai 723 orang.

Namun praktek menyetor uang Rp g ribu tersebut dibantah oleh Siswanto. Menurutnya, tidak ada praktek pungli di Lapas Kerobokan. “Saya ingin tahu, tolong sampaikan kalau punya data pungli. Siapa nama napi yang menyuap, siapa petugas yang menerima uang, tanggal berapa dan jam berapa. Laporkan kepada saya,” kata Siswanto.

Siswanto pun membantah adanya jual beli kamar oleh petugas bagi para napi serta perlakuan yang berbeda antara napi WNI dengan orang asing. “Tidak ada jual beli kamar. Semua fasilitas kamar sama. Napi asing juga diperlakukan sama. Bahkan, Bali Nine (sindikat narkoba asal Australia) mendapatkan pengamanan maksimum,” kata Siswanto.

Untuk menghindari pungli, Siswanto mengatakan, telah menempel pengumunan di pintu masuk lapas bahwa tidak ada pungutan biaya.

(gds/djo)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s