ICW Tak Terima Alasan Polri Tutupi Rekening Gendut

http://www.detiknews.com/read/2010/12/28/141432/1534243/10/icw-tak-terima-alasan-polri-tutupi-rekening-gendut?nd991103605

—–

Selasa, 28/12/2010 14:14 WIB
Sidang Adjudiksi ICW VS Polri

Ramadhian Fadillah – detikNews

Jakarta – Komisi Informasi RI menggelar sidang adjudiksi non-litigasi terkait sengketa informasi antara Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Mabes Polri dan Indonesia Corruption Watch (ICW). Sidang digelar menyusul tidak dipenuhinya permintaan ICW oleh Polri atas informasi hasil pemeriksaan 17 rekening perwira polisi.

Dalam sidang kedua ini, ICW menyampaikan tidak bisa menerima alasan Pori untuk menutupi informasi soal 17 rekening perwira tersebut.

“Polri sudah tidak zamannya lagi berlindung. Kita butuh penyidik yang akuntabel terhadap kekayaannya,” ujar peneliti ICW Febridiansyah dalam sidang di Kantor Kementerian Kominfo, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2010).

Sementara itu, Kepala Biro Bankum Mabes Polri, Brigjen Pol Iza Fadri menjelaskan, Polri tidak bisa membuka informasi 17 perwira ini, karena menganggap harta kekayaan adalah informasi pribadi. Dalam UU perbankan pun, ada aturan yang melarang informasi rekening dibuka pada publik.

Alasan kedua, Mabes Polri mengaku masih melakukan penyelidikan pada kasus ini, sehingga tidak bisa diungkap. “Sudah ada yang final, masih ada yang ditindaklanjuti dan ada yang sudah meninggal,” jelas Iza.

Menanggapi hal itu, Febri menegaskan Polri tidak bisa menggunakan dua hal itu sebagai alasan. Alasan soal kekayaan adalah hal pribadi, menurut Febri sudah dimentahkan dengan UU Tipikor.

Sedangkan mengenai alasan kasus ini masih diselidiki, Febri mengatakan Kapolri pernah menyatakan kasus ini sudah beres.

“Harusnya Polri tidak menutup-nutupi informasi seperti ini. apalagi setelah renumerasi, tentu akan lebih banyak lagi sorotan pada Polri,” jelas Febri usai sidang.

Sidang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Informasi RI, Ahmad Alamsyah Saragih selaku Ketua Majelis Hakim. Rencananya sidang lanjutan akan digelar tanggal 18 Januari mendatang.

“Kita akan dengarkan keterangan dari bareskrim dan juga beberapa saksi ahli,” ujar Alamsyah saat menutup sidang.

(rdf/irw)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s