Ular kepala dua sedang berpuasa

Sebuah lingkungan baru menjanjikan sesuatu yang indah untuk masa depan sebuah komunitas imajiner. Lingkungan yang aku impikan menjadi trensetter bagi para punggawa penegak benang basah. Suasana yang penuh kesahajaan, kesetaraan, religius, jauh dengan perilaku komunitas yang sekarang sedang ditinggalkannya untuk sementara masa.

Kesahajaan berperilaku, menjadi manusia yang mensejajarkan diri dengan para kawulo alit yang masa depan mereka ada dalam genggamannya. Meninggalkan kereta kencana, lebih memilih berdesakan bersama kebanyakan mereka. Tabah dalam menghadapi bujuk rayu para cecunguk penghisap darah kawulo alit, yang menjanjikan istana, kereta kencana, kesejahteraan. Cukuplah penghasilanku dari para kawulo alit, sabdanya.

Kesetaraan dengan menghilangkan derajat adipati, tumenggung, punggawa, semua sejajar, bahu membahu membangun kembali pondasi keraton yang telah condong digerus kelaliman para dursasana gelap mata.

Religiusitas yang tinggi mewarnai kesehariannya. Menghadap Sang Khalik pada setiap masa yang telah ditetapkan. Didapuk untuk memberi aba-aba setiap gerakan, sebagai Sang Imam.

Pemandangan yang luar biasa mengagumkan, impian untuk menegakkan benang basah, membangun kembali pondasi yang hancur akan mudah terwujud dengan kedigjayaan mereka-mereka ini. Masa terus bergulir, semakin aku bangga, semakin aku membuka mata, semakin besar gulungan ombak mendera bahtera ini. Tapi tetap mampu menghadang badai yang silih berganti.

Namun ditengah-tengah kebanggaan akan kesahajaan, kesetaraan, dan religiusitas, sang adipati panutan ada yang berkata : “yaaa, kita disini puasa dulu, nanti kalo sudah balik, baru buka puasa”. Naudzubillahimindzaliq.

Jalan masih panjang wahai para kawulo alit. Baldatun thoyibatun warobbun ghofur masih sangat sangat sangat jauuh diraih tanpa do’a khusyuk kalian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s