Ceplas-ceplos Saat Bersaksi, Bekas Anak Buah Susno Ditegur Hakim

http://www.detiknews.com/read/2011/01/06/174135/1541001/10/ceplas-ceplos-saat-bersaksi-bekas-anak-buah-susno-ditegur-hakim?nd992203605

—–

Kamis, 06/01/2011 17:41 WIB
Sidang Korupsi Pilkada Jabar

Ari Saputra – detikNews

Jakarta – Saksi dugaan korupsi Pengamanan Pilkada (Pampilkada) Jabar Komisaris Besar (Purn) Maman Abdurahman masih sempat berkelakar soal pembagian uang korupsi pengamanan pilkada. Saat ditanya hakim, dia bergurau bahwa Ditlantas dan Ditreskim tidak menerima bagian karena sudah mendapat upeti dari orang lain.

Sebelumnya, Maman yang pernah menjadi anak buah Susno di Polda Jabar itu menyatakan, bagian lain seperti intelijen serta dokumentasi dan kesehatan (dokes) mendapat upeti pampilkada dengan nama ‘atensi Kapolda’.

“Tadi saudara sebut Satgas Intel dapat Rp 1,3 miliar. Kenapa Dirlantas dan Reskrim kok nggak dapat?” tanya ketua majelis hakim Charis Mardiyanto di PN Jaksel, Kamis (6/1/2011).

“Saya tidak tahu. Barangkali sudah dapat dari si A Cong, A coi, dari SIM atau siapa. Barangkali loh ya, hahahaha,” jawab Maman sekenanya.

Saat pengacara Susno mendapat giliran bertanya, gurauan itu minta dipertegas.

“Apa maksud Dirlantas dapat dari A Cong A Siong A Cai?” tanya salah satu pengacara, Henry Yosodiningrat.

“Kami ambil istilah itu bahwa dulu di Serse kalau ada Sertijab Kapolda ada canda-candaan dari A Cai,” jawab Maman lagi.

“Kenapa begitu?” cecar Henry.

“Ya asal-asal saja. Seloroh-seloroh saja,” tukas Maman.

“Anda menyebut Dirlantas sudah ada dari SIM. Maksudnya apa?” tanya Henry.

“Dulu ada. Asal ngomong saja,” tangkis mantan bendahara Polda Jabar ini.

Mendengar ketidakseriusan tersebut, hakim Charis Mardiyanto angkat bicara. Menurutnya, saksi telah meremehkan pengadilan.

“Ini persidangn. Saksi jngn asal seloroh-seloroh saja. Bicara fakta. Jangan meremehkan. Perkataan Anda dicatat dan disiarkan media,” ucap Charis.

Hingga pukul 16.45 WIB, Maman masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Pemeriksaan ini sudah berjalan sejak pukul 11.30 WIB.

Lamanya Maman bersaksi karena Maman merupakan saksi kunci dugaan korupsi pampilkada senilai Rp 8 miliar yang melibatkan mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji. Selain itu, jawaban Maman yang tidak lugas dan berputar-putar membuatnya sulit lepas dari pertanyaan hakim dan pengacara. Bahkan
untuk menyebut reformasi 1998, Maman sempat lupa.

“Apa yang Anda sebut jahiliah” tanya Henry.

“Sebelum reformasi saya sebut jahiliah,” jawab Maman.

“Reformasi tahun berapa?” tanya Henry.

“2008,” jawab Maman yang disambut ketawa pengunjung sidang.

“Jawab yang serius?” tanya Henry geram.

“1998,” jawab Maman meralat ucapan sebelumnya.
(Ari/mad)

—–

“mau dibawa kemana polisi kitaaa….” : armada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s