Gayus Mendorong Langkah Deponering

http://arsip.jurnalparlemen.com/news/hukum/gayus-mendorong-langkah-deponering.html

—–

Jumat, 04/06/2010 | 16:30

Tomy Kurniawan – Jurnalparlemen.com

Senayan – Langkah Kejaksaan Agung menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Perkara (SKPP) Bibit-Chandra dinilai kurang tepat oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Sejumlah anggota Dewan memberikan masukan yang beragam. Namun Politisi PDIP Topane Gayus Lumbuun, mempunyai saran lain.

“Saya mendorong kejaksaan untuk mendeponering kasus ini, supaya Bibit-Chandra bisa bekerja menjalankan tugas dan berkonsentrasi dengan penuh,” kata anggota Komisi III DPR ini di Kompleks Parlemen, Jumat (4/6).

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, jaksa dapat melakukan hal itu karena mempunyai kewenangan demi kepentingan umum dapat mengesampingkan perkara. “Pasal 35 huruf c dari Undang-Undang Kejaksaan menyebutkan itu,” terang dia.

Gayus juga menilai penerbitan SKPP oleh Kejaksaan Agung tidak tepat. Sebab, kata profesor bidang hukum ini menjelaskan, penerbitan SKPP harus dilandasi demi kepentingan hukum. Misalnya tersangka meninggal dunia; perkara sudah kedaluarsa atau perkaranya nebis in idem.

Tapi ketika SKPP diterbitkan karena alasan sosiologis yaitu dorongan jutaan masyarakat luas melalui facebook, menjadi tidak tepat. Alasan sosiologis masuk dalam kategori demi kepentingan umum. Sehingga langkah deponering yang paling tepat untuk dilakukan. “Jadi SKPP ini landasannya tidak demi hukum,” terang dia.

Maka, lanjut dia, tepat sudah bila SKPP yang diterbitkan Kejaksaan Agung kemudian ditolak Hakim. “Kejaksaan memang salah. Bukan tidak ngerti, tapi dia ngerti. Kejaksaan tidak menggunakan yang semestinya dia gunakan,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT DKI Jakarta menolak permohonan banding Kejaksaan Agung terkait SKPP dua wakil ketua KPK Bibit Samad Rianto dan Chandra Martha Hamzah.

“Kalau memang Presiden dari dulu menginginkan perkara ini diselesaikan di luar pengadilan atau out of court settlement, harus dihentikan dulu dong pidananya,” tandasnya. (ntk/yat)

—–

ini jelas ya… yg jilat ludah siapa?

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s