2 Pendapat 1 Ahli Hukum tentang Simulator SIM

Saya tidak tahu, apakah memang demikian adanya cara berfikir seorang Pakar Hukum sekelas Yusril? Saya tidak mau banyak berkomentar, biarlah pembaca yang bisa menyimpulkan dua berita ini :

Kamis, 9 Agustus 2012 20:27:33

Yusril: KPK bisa ambil alih kasus simulator SIM secara resmi

Reporter: Baiquni

Mantan Menteri Kehakiman Yusril Ihza Mahendra menyatakan, perseteruan KPK dengan Polri tidak akan selesai jika hanya mengandalkan bukti siapa yang terlebih dulu melakukan penyidikan. Menurutnya, KPK punya kewenangan secara resmi mengambil alih proses penyidikan kasus korupsi dari tangan Polri.

“Kalau selalu mendebatkan siapa lebih dulu melakukan penyidikan, ini tidak akan pernah selesai,” ujar Yusril usai acara buka puasa bersama di Hotel Sahid Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (9/8).

Yusril menyatakan, KPK dapat mengambil alih penyidikan kasus dugaan korupsi simulator SIM secara resmi. “Kalau KPK mau, meskipun ada yang lebih dulu, tetap bisa mengambil alih. Itu dinyatakan dengan surat resmi pernyataan pengambilalihan wewenang,” kata dia.

Selain itu, Yusril menguatkan pernyataannya, ketika KPK telah mengeluarkan surat resmi, maka tidak ada alasan bagi Polri untuk menentang. “Dalam waktu 14 setelah KPK mengeluarkan surat, Polri harus menghentikan penyidikan dan menyerahkan langkah selanjutnya ke KPK,” terangnya.

Namun demikian, Yusril menyayangkan sikap KPK yang tidak segera membuat surat pernyataan resmi. “Itu yang seharusnya dilakukan KPK. Tapi, sampai sekarang juga belum dijalankan,” keluhnya.

[bal]

Sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/yusril-kpk-bisa-ambil-alih-kasus-simulator-sim-secara-resmi.html

—-

Berita sebelumnya :

Senin, 06/08/2012 12:34 WIB

Penanganan Kasus Simulator SIM, Yusril: Polisi Lebih Kuat

Nur afifah – detikNews

Jakarta Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menilai Polri memang lebih kuat dalam menangani kasus simulator SIM yang menjerat 2 jenderalnya. Namun Yusril menyarankan agar penanganan kasus ini diserahkan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Saya melihat lebih kuat polisi. Karena saya yang menyusun UU KPK. Ya taatilah UU. Satu-satunya jalan menyerahkan ke MK,” kata Yusril di Divkum Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (6/8/2012).

Yusril mengatakan pembuktian siapa yang lebih dulu menangani kasus simulator SIM tersebut harus dibuktikan di pengadilan. KPK juga harus bersumber kepada UU.

“KPK harus tunjukkan kepada rakyat bahwa mereka mentaati UU. Tugas KPK melakukan supervisi bukan sebaliknya,” ujarnya.

Menurut Yusril, ada permasalahan di dalam MoU antara KPK-Polri-Kejaksaan. MoU tersebut tidak bisa melampaui UU. Dalam MoU tersebut dikatakan ketiga institusi tersebut harus saling berkoordinasi.

“Padahal bukan seperti itu. KPK yang melakukan supervisi ke kejaksaan dan polisi,” ungkapnya.

Sedangkan mengenai joint investigation, sebenarnya tidak ada di dalam KPK. Meski hal itu sudah pernah terjadi. Pengambilan berkas-berkas dalam kasus simulator SIM tersebut harus diberitahukan 2 minggu sebelumnya.

(gus/ndr)

Sumber : http://news.detik.com/read/2012/08/06/123442/1984130/10/penanganan-kasus-simulator-sim-yusril-polisi-lebih-kuat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s