External Harddisk Rp. 7.000.000,- (tujuh juta rupiah)

Selasa, 22/01/2013 11:40 WIB

IPW Kritik Anggaran Polri Rp 1,8 Triliun, Harga Kuda Per Ekor Rp 468 Juta

Andri Haryanto – detikNews
Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) mengkritik anggaran 2013 yang digelontorkan pemerintah untuk Polri sebesar Rp 1,8 triliun. Salah satu anggaran tersebut digunakan untuk membeli kuda seharga Rp 468 juta/ekor dan anjing Rp 150 juta/ekor.”KPK perlu mengawasi dan mencermati Proyek Pemanfaatan Optimalisasi Untuk Penguatan Sarana Prasarana (POUPSP) Polri tahun anggaran 2013 senilai Rp 1,8 triliun. Sebab sangat banyak kejanggalan di dalam proyek ini, terutama dalam penetapan harga dan manfaat barang yang hendak dibeli,” kata Presidium IPW Neta S Pane dalam keterangan tertulis, Selasa (22/1/2013).Anggaran tersebut juga dialokasikan untuk membeli perahu karet Rp 156 juta per unit, laptop Rp 28 juta per unit, eksternal hardisk Rp 7 juta per unit, serta kendaraan SAR darat Rp 2,7 miliar per unit.

“Harga kuda yang sama dengan harga mobil mewah itu akan dibeli Polri sebanyak 20 ekor dan anjing 90 ekor. Sementara untuk perahu karet Polri akan membeli 200 unit,” ujar Neta.

Menurut Neta, anggaran POPSP tersebut di luar anggaran Polri tahun 2013 yang ditetapkan sebesar Rp 43,4 triliun, dan mendapat persetujuan DPR November 2012.

“Dalam waktu dekat akan dilakukan berbagai pelelangan untuk proyek POPSP ini. Diperkirakan ada 69 item proyek pengadaan di dalam POPSP,” papar Neta.

Neta berharap KPK segera memberikan pengawasan terhadap rencana penggunaan anggaran tersebut dengan ketat, dengan cara menurunkan tim investigasi guna menelisik proyek tersebut.

“Tujuannya agar jangan sampai oknum-oknum DPR itu cawe-cawe dalam proyek ini,” ujarnya.

Neta menambahkan, selama ini banyak proyek pengadaan Polri yang bersifat mubazir, padahal dana yang dikucurkan untuk proyek pengadaan itu mencapai ratusan miliar.

Dihubungi terpisah Karopenmas Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, anggaran pembelian kuda dan anjing dengan harga per ekor yang mencapai ratusan juta itu diperuntukan untuk Direktorat Satwa yang ada di bawah Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam). Itu merupakan rencana kebutuhan Polri dalam menunjang operasional di lapangan.

“Semuanya itu dalam proses perencanaan, sudah merupakan sarana kebutuhan dalam mendukung tugas operasional kepolisian,” jelas Boy kepada detikcom.

Mengenai harga yang dianggarkan untuk satu ekor hewan yang memiliki kemampuan khusus itu, Boy mengaku tidak terlalu memahami rinciannya. “Kalau kaitan harga mahal dan sebagainya, lebih baik mencari second opinion, saya kurang paham juga,” kata Boy.

Menurut Boy, jumlah satwa yang digunakan dalam menunjang operasional kepolisian di lapangan saat ini dinilai masih kurang. Namun untuk rincian jumlah satwa yang dimiliki Polri, Boy belum memiliki rinciannya.

“Saat ini masih belum mencukupi, ini juga secara bertahap, semuanya untuk membantu tugas kepolisian dalam penegakan hukum,” jelas Boy.

(ahy/nrl)

—–
—–
Kalau bercermin dari perkara Simulator SIM kira-kira konstruksinya begini :
 
Pengguna Anggaran = Jendral Pulisi
Kuasa Pengguna Anggaran = Jendral Pulisi
Pejabat Pembuat Komitmen = Jendral Pulisi 
Panitia Pengadaan = Pamen + Pama Pulisi 
Panitia Pemeriksa Barang = Pamen + Pama Pulisi
 
Semoga tidak ada penyimpangan. Kalaupun ada penyimpangan, yang bakalan nanganin ini : 
 
Penyidik Tipikornya = Pulisi 
Komandan Penyidiknya = Jendral Pulisi
Saksi-saksi = Pulisi + PNS Pulisi
Tersangka = Diusahakan bukan Pulisi, atau kalo pulisi cukup Kompol [Seperti Arafat]
 
Kira-kira kalau begitu kondisinya, bagaimana menghindar dari Konflik Kepentingan? 
Bagaimana mengembalikan Pulisi kepada RAKYAT sebagai : 
– Pelayan 
– Pelindung 
– Pengayom 
 
Bukan sebagai PENGUASA SUPER POWER, yang memerintah dari dalam LAND CRUISER! 
 
Entahlah, hanya Supir Bajaj dan tuhannya Supir Bajaj aja yang tau kapan beloknya… (kagak nyambung!) emang mesti nyambung!?
Ketika mendapat musibah, katakanlah “Innalillahi wa inna ilaihi rajiun”
“Ya Alloh, Yang Maha Pemberi Ampunan, Maha Kuat, Maha Pelindung, Maha Pemberi Azab, Maha Kaya. Kami berlindung kepada Alloh dari penguasa yang dzalim. Ampunilah para penguasa dzalim yang bertaubat, Yaaa Rab. Aamiin”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s