Satu guru satu ilmu, se-iya se-kata

– KALAU KPK NYADAP, ADA DUGAAN SUAP, CEGAH SEBELUM TERJADI –

anonymous

http://news.detik.com/berita/d-3345583/bantah-dakwaan-irman-gusman-yusril-sebut-kpk-ingin-rusak-nama-baik-dpd

Selasa 15 Nov 2016, 11:54 WIB

Bantah Dakwaan Irman Gusman, Yusril Sebut KPK Ingin Rusak Nama Baik DPD

Nathania Riris Michico – detikNews

Jakarta – Mantan Ketua DPD Irman Gusman mengajukan keberatan atas dakwaan penuntut umum melalui eksepsi. Tim kuasa hukum Irman Gusman menyebutkan bahwa KPK berniat dengan sengaja menjebak Irman untuk terjerat OTT.

Dalam perkara terdakwa yang dilakukan (KPK) adalah pengintaian dan penyadapan. Penyadapan dan pengintaian dilakukan sejak 24 Juni 2016. Jika pimpinan KPK beritikad baik mereka sampaikan pada terdakwa bahwa ada penyadapaan terhadap saudari Memi dan saudara Xaveriandy Sutanto dan ada dugaan mereka memberi hadiah,” kata pengacara Irman Gusman, Yusril Ihza Mahendra di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Selasa (15/11/2016).

“Masih ada waktu untuk KPK untuk melakukan pencegahan,” imbuhnya.

Yusril menyatakan bahwa dalam praperadilan, penyelidik KPK menerangkan bahwa penyelidik telah tiba di rumah Irman Gusman sebelum Irman sendiri tiba dan terjadi penangkapan pada pukul 00.30 WIB dini hari.

“Ini menjelaskan bahwa KPK memiliki 10 jam untuk melakukan pencegahan agar tidak terjadi penyerahan uang antara Xaveriandy dan Memi terhadap terdakwa,” lanjut Yusril.

Pihak Irman Gusman menganggap KPK sengaja mengorek informasi untuk menangkap Irman melalui Xaveriandy dan Memi. Yusril juga mengatakan bahwa KPK berniat merusak nama baik DPD.

“Tapi justru KPK tidak melakukannya tapi justru menginterogasi ke saudara Xaveriandy Sutanto dan Memi untuk melakukan pengakuan atas perbuatan yang dilakukannya. Dia bertanya kepada saudara Xaveriandy dan Memi atas pemberian hadiah tersebut dan ini berniat merusak dan menghacurkan identitas DPD untuk kepentingan tertentu,” kata Yusril.

Yusril menyebutkan KPK juga tidak memberikan waktu kepada Irman untuk mengembalikan hadiah yang diterimanya kepada KPK seperti yang diatur dalam pasal 12c UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Fakta dan itikad baik KPK jadi tidak ada karena tidak diberikannya waktu untuk terdakwa menyikapi sesuai ketentuan hukum sesuai diatur tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, terdakwa memiliki waktu 30 hari untuk mengembalikan hadiah yabg diterimanya kepada KPK,” kata Yusril.

Atas hal tersebut, menurut Yusril, buah tangan yang diterima dan tidak diketahui dan tanpa niat oleh Irman Gusman tidak tahu dibuat sedemiakn rupa menjadi OTT oleh KPK sebagai penerimaan gratifikasi.
(nth/asp)

BANDINGKAN DENGAN BERITA YANG DI BAWAH INI

http://news.detik.com/berita/2832059/dinasihati-polri-soal-suap-harusnya-dicegah-ini-tanggapan-kpk

Jumat 13 Feb 2015, 10:20 WIB

Dinasihati Polri Soal Suap Harusnya Dicegah, Ini Tanggapan KPK

– detikNews

Jakarta – Mabes Polri menasihati KPK dengan menyebut transaksi suap itu seharusnya dicegah, bukan ditindak dengan melakukan penangkapan. KPK pun menjawab nasihat dari mitra sesama penegak hukum itu.

‎”Kami bukannya tidak mengedepankan pencegahan. Di tahun 2014, kami bekerjasama dengan Polri dalam konteks pencegahan dan berhasil menyelamatkan uang negara triliunan rupiah,” ujar Deputi Pencegahan KPK, Johan Budi, Jumat (13/2/2015).

Johan mengatakan uang sebesar itu merupakan potensi uang negara yang hilang, yang berhasil diselamatkan dengan metode pencegahan. Namun untuk persoalan gratifikasi, kata Johan, ada ketentuannya sendiri.

“Soal gratifikasi sebenarnya di Undang-undang sudah diberi waktu, sudah diatur kalau misalnya ada penerimaan masih diberi ruang untuk 30 hari kerja guna melaporkan penerimaan tersebut,” kata Johan.

“Itu adalah sarana untuk mencegah. Kalau memang niatnya tidak akan korupsi ya pasti dilaporkan ke KPK. Tapi kalau memang niatnya lain, tentu tidak dilaporkan,” sambung mantan Kabiro Humas KPK ini.‎

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie kemarin mengatakan, KPK begitu mendapatkan informasi akan adanya penyerahan gratifikasi atau suap, seharusnya mencegah terjadinya penyerahan. Bukan melakukan penangkapan.

“Dicegah dulu, jangan dijebak atau ditunggu sampai terjadi. Begitu kita tahu ada perekaman dan penyadapan, akan terjadi suatu gratifikasi tanpa upaya tertentu merugikan negara, ya kita cegah, kalau cegah itu diabaikan proses tegas,” jelas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie.

Menurut Ronny, sebaiknya diubah mindset mengenai upaya pemberantasan korupsi. Jangan sampai penindakan yang dikedepankan.

Mungkin pola ini akan mengubah mindset, kalau orang jahat tak suka ya tak perlu takut, ada yang bisa mengamankan. Ketika ada di HP itu pembicaraan direkam KPK sehingga KPK bisa mengetahui ada rencana jahat, diberitahu pimpinannya, hentikan itu dan hentikan proses-proses yang ada,” ujar Ronny.

(fjp/aan)
APAKAH ANDA BERHASIL MENEMUKAN BENANG MERAHNYA?
Bisikan pada semut merah.
Posted in Tak Berkategori.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s